Widget HTML Atas

Berikut Penyebab Dana BOS dan Tunjangan Guru Tidak Bisa Dicairkan

Berikut Penyebab Dana BOS dan Tunjangan Guru Tidak Bisa Dicairkan :

Dilansir dari laman resmi kemenkeu.go.id mengenai mikanisme dan penyebab terlambatnya pencairan dana BOS dan tunjangan guru, Kasubbag Evaluasi Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, Dan Dikmen Kemendikbud, Katman, mengatakan bahwa terdapat 2 penyebab yang mengakibatkan dana BOS dan tunjangan guru terhambat penyalurannya.
Ilustrasi : google image

Adapun 2(dua) penyebab yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1.  Karena sekolah belum menginput data dengan benar di Data Pendidikan (Dapodik),  pada permasalahan ini beliau mengungkapkan bahwa koreksi yang sangat ditekankan bahwa sekolah sekolah harus dengan benar menginput Dana BOS, Tuunjangan Guru, penteapan prasarana dan sarana atau bantuan lain di Dapodik.

"Verval (verifikasi dan validasi) pertama, data Dapodik khusus data rekening yang diinput sekolah, akurasinya di bawah 60%. Artinya masih banyak sekolah yang menginput data itu asal. Ini mohon dicatat agar data yang diinput oleh satuan pendidikan, baik itu data terkait transaksional BOS, data transaksional tunjangan guru, data transaksional penetapan prasarana dan sarana dana bantuan yang lain, agar integritas inputnya diutamakan. Jadi, kalau terjadi kesalahan, mungkin itu karena human error, bukan mindset. Kalau data banyak yang salah, berarti mindset input data yang asal," jelasnya. 

2. Adanya atau tidak akurasinya rekening antara yang didapat Dapodik dan Pemerintah Provinsi sehingga perlu diadakan diverifikasi ulang karena bank meretur dana BOS tersebut.
Ketika Kemendikbud melakukan penyamaan data rekening dari provinsi terdapat beberapa perbedaan data rekening bank dengan yang disampaikan dari dapodik dan begitu juga saat konfirmasi dengan data bank.

"Kemudian, kita cross dengan data rekening dari propinsi. Mulai banyak yang tidak matching itu, antara yang disampaikan Dapodik dan Propinsi. Oleh karena itu, kita ambil data yang sama Dapodik dengan yang dari Propinsi. Kemudian, yang lain kita crosscheck dengan data bank, kebanyakan ada di bank daerah atau BPD, sisanya Bank Mandiri, BTN, BRI, BNI. Dapatlah angka valid pertama 63% yang disalur di tahap I, gelombang I. Sisanya harus diverifikasi," tegasnya. 


Keinginan Kemendikbud, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) untuk hanya sekali atau langsung menyalurkan ke rekening sekolah. Namun, Kemendikbud menganggap apabila data tidak bisa masuk ke dalam sistem aplikasi Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OM SPAN) dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) dianggap percuma apabila mengirim data yang salah sehingga mengakibatkan dana BOS retur.

No comments for "Berikut Penyebab Dana BOS dan Tunjangan Guru Tidak Bisa Dicairkan"