Widget HTML Atas

Mendikbud dan komisi X DPR RI sepakat untuk meniadakan UN ditengah tengah wabah COVID19

Dikutib dari kompas.com :


pada penghujung masa akhir  tahun pelajaran Indonesia dilanda pandemi covid19 yang menimbulkan berbagai problem bagi dunia pendidikan, apalagi setiap instansi pendidikan akan mengadakan Ujian Nasional Kelululasn peserta didiknya, tentunya hal ini akan membuat para pimpinan negri ini mencari solusi yang terbaik untuk para peserta didik, dalam rangka mempersiapkan generasi mudah yang bermutu.

Pemerintah saat ini dalam proses mengkaji berbagai opsi ujian bagi siswa tingkat dasar hingga menengah dalam menentukan kelulusan siswa dan termasuk juga nilai rapornya.

Dari hasil rapat yang dilakukan secara online (daring) antara komisi X dengan Mendikbud Nadiem Makarim maka didapatkan kesepakatan opsi dalam menentukan metode kelulusan, salah satunya adalah dengan nilai kumulati dalam rapor. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam siaran persnya.
Belaiau menjelaskan bahwa rapat konsultasi yang diselenggarakan pada Senin malam pelaksanaan ujian nasional dari tingkatan SD, SMP dan SMA ditiadakan. tentunya kebijakan dan kespaktan ini diambil atas dasar keprihatinan pemerintah terhadap penyebaran covid19 yang semakin masif akhir akhir ini.
Dilihat lihat dari perkembangannya wabah COVID19 diprediksikan akan terus berlangsung hingga bulan April padahal jadwal UN untuk SMA sudah ditentukan 30 Maret dan untuk tingkatan SD bulan April. Jadwal yang telah ditentukan tersebut tidak mungkin kita paksakan karena berisiko tinggi terhadap penyebaran wabah covid19 pada peserta didik, sahingga pemerintah menyepakati UN ditiadakan." Ujarnya.
Beliau juga mengatakan kementrian pendidikan kebudayaan saat ini sedang mengkaji opsi pelaksanaan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) Sebagai pengganti UN, namun demikian opsi ini akan diambil jika pihak sekolah mampu menyelenggarakan USBN dalam jaringan (daring).
Semoga wabah covid19 di Indonesia cepat meredah sehingga keadaan bisa normal kembali.